Showing posts with label strategi perencanaan redaksional. Show all posts
Showing posts with label strategi perencanaan redaksional. Show all posts

Monday, November 26, 2012

TOR & Wawancara



Materi Strategi Perencanaan Redaksional
FiKom UNTAR 2012

TOR DAN WAWANCARA
 
TOR (Term of Reference)

  • TOR = Kerangka acuan/ perencanaan liputan/ outline/ lembar penugasan.
  • TOR digunakan sebagai acuan pemberitaan agar fokus, mendalam dan lengkap.
  • TOR menjadi panduan umum bagi proses kerja keredaksian.
  • TOR yang baik harus jelas dan rinci
Fungsi TOR

  • Untuk menentukan tema liputan dan sudut pandang pemberitaan
  • Merumuskan masalah dan mencari jawaban dari masalah yang diangkat melalui narasumber yang ditentukan dan data yang dibutuhkan
  • Agar tugas pemberitaan tepat waktu
Bagaimana Membuat TOR?

1.  Menentukan Topik
  • Merupakan tema besar liputan
  • Ditempatkan sebagai judul TOR
  • Singkat, padat dan mencerminkan inti masalah.
2. Latar Masalah
  • Memaparkan inti masalah
  • Menjelaskan keterkaitan antarpersoalan dan bagaimana menghubungkannya.
3. Sudut Berita (Angle)
  • Memilih satu sudut pandang pemberitaan agar lebih fokus.
  • Dasar pemilihan berdasarkan urgensitas, keekslusifan, prioritas sajian media bersangkutan, dll.
4. Pembagian tulisan/ cerita/ story
  • Menentukan tulisan utama (umumnya rangkuman masalah)
  • Menentukan tulisan pendukung (fokus pada persoalan-persoalan tertentu)
5. Narasumber
  • Menentukan narasumber utama
  • Menentukan narasumber pendukung
  • Menentukan narasumber netral (biasanya pengamat)
6. Daftar Pertanyaan
  • Berdasarkan kompetensi narasumber
  • Berdasarkan fokus pemberitaan
  • Berdasarkan angle yang diambil
  • Sebagai catatan, daftar pertanyaan hanya panduan umum. Selebihnya wartawan mengembangkan pertanyaan berdasarkan hal-hal baru yang keluar dari jawaban narasumber.
7. Rancangan Foto/suara/ gambar
  • Rancangan foto diberlukan media cetak, suara untuk radio dan gambar untuk TV
  • Disinkronkan dengan tulisan yang mau diangkat
8. Rancangan Grafis
  • Diperlukan bila terkait dengan data statistik, lokasi, urutan kejadian
  • Diperlukan agar periset data dan bagian grafis bisa bekerja lebih awal.
9. Riset Data
  • Tulisan akan kering bila minim data
  • Data pendukung sebaiknya disiapkan sejak awal
  • Data bisa berasal dari dokumentasi, perpustakaan, atau dari narasumber
10. Tenggat waktu (deadline)
  • Agar pemberitaan tepat waktu
  • Agar reportase yang dilakukan sistematis
Mencari Fakta

  • Wawancara
  • Mengamati
  • Memantau
  • Meneliti
  • Investigasi
  • Dll
Mencari Data

  • Instansi pemerintah
  • Korporat
  • Kepolisian
  • LSM
  • Perpustakaan
  • Badan Pusat Statistik
  • Asosiasi
  • Masyarakat
  • Narasumber
  • Dll
TEKNIK WAWANCARA

Wawancara?

  • Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah.
  • Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan dalam media massa.
Kenapa Reporter Harus Wawancara?

       Untuk mengumpulkan informasi yang lengkap, akurat, dan adil (fair).
       Seorang pewawancara yang baik mencari sebuah pengungkapan atau wawasan (insight), pikiran atau sudut pandang yang menarik, yang cukup bernilai untuk diketahui.
Jadi bukan sesuatu yang sudah secara umum didengar atau diketahui.

Tujuan Wawancara

  • Untuk memperoleh fakta
  • Untuk mencari kutipan
  • Untuk mengkonfirmasi apa yang sudah diketahui
Alasan Narasumber diwawancarai

       Pekerjaan mereka penting
       Mereka mencapai prestasi yang penting
       Mereka dituduh melakukan kejahatan yang penting
       Mereka mengetahui sesuatu atau seseorang yang penting
       Mereka menyaksikan sesuatu yang penting terjadi
       Sesuatu yang penting telah menimpa mereka
       Mereka mewakili sebuah kecenderungan nasional yang penting 

Jenis Wawancara

       Wawancara ekslusif: berdasarkan perjanjian/ kesepakatan.
       Wawancara spontan : kebetulan/ tanpa perjanjian
       Wawancara jalanan/ keliling: dengan berbagai narasuumber terpisah dalam topik yang sama.
       Wawancara langsung: langsung disiarkan.
       Wawancara konferensi pers: atas inisiatif narasumber.
       Wawacara jarak jauh: melalui telepon, email, dll.

Tahapan Wawancara

  • Persiapan (Mental, peralatan, topik wawancara, daftar pertanyaan, menentukan narasumber).
  • Mengatur waktu dan tempat (di kantor? Di rumah? Pagi? Siang? Malam?)
  • Pelaksanaan wawancara (tepat waktu, penampilan rapi, komunikatif)

Thursday, November 22, 2012

Situasi Industri Media Indonesia



Materi Strategi Perencanaan Redaksional
FiKom UNTAR 2012

SITUASI INDUSTRI MEDIA INDONESIA
Reformasi pada tahun 1998 mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada sektor media, membuatnya berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Hal ini terjadi sebagai hasil dari kebebasan pers dan demokratisasi yang juga membuat berkembangnya sektor pasar. 

Pergeseran kendali di dalam media, dari sebelumnya berada di bawah kendali negara yang sangat kuat, menjadi berada di bawah kendali bisnis —keduanya dalam hal infrastruktur dan konten media. 

Media yang baru saja terlepas dari kontrol dan intervensi pemerintah di masa Orde Baru, ternyata kini beroperasi melalui the invisible hand mekanisme pasar dengan logika never-ending circuit accumulation: M-C-M (Money-Commodities-More-Money). Hal ini akibat dari liberalisasi industri penyiaran yang terjadi pasca runtuhnya Orde Baru, yaitu peralihan dari regulasi indutri penyiaran oleh negara menjadi regulasi penyiaran oleh pasar.
(Dedy N Hidayat dalam buku Penyiaran Alternatif tapi Mutlak)
 
Media menjadi entitas bisnis. Akibatnya pengelolaan juga menerapkan  cara-cara perusahaan yang berorientasi komersil.

Akibatnya keberagaman konten tidak ada. 

Media seharusnya tidak lagi menjadi ranah publik. 

Pemerintah saat ini tidak memiliki aturan mengontrol media lagi. UU yang ada tapi tidak cukup. (UU ITC, PP Monopoli)

Wednesday, November 21, 2012

Manajemen Redaksi

Materi Strategi Perencanaan Redaksional
FiKom UNTAR 2012
 
STRUKTUR MANAJEMEN MEDIA CETAK


Manajemen media massa secara umum terbagi atas dua bagian besar:  
          Bagian redaksi : redaksi membawahi semua kegiatan yang berhubungan dengan produk, yakni berita, mulai dari perencanaan peliputan, pencarian berita, pengolahan data, pecancangan halaman dan layout.
          Bagian Perusahaan: membawahi segala kegiatan terkait pemasaran produk, produksi, promosi, sirkulasi, iklan, pengelolaan SDM, berbagai perjanjian kerjasama, dan sebagainya. 


         Pemimpin umum:
          Bertanggung jawab menjalankan organisasi perusahaan secara keseluruhan.
          Memegang otoritas tertinggi dari seluruh kegiatan yang ada di dalam perusahaan.
          Membawahi semua unit (lingkup keredaksian maupun perusahaan).
          Pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
          Pemimpin umum dibantu oleh seorang pemimpin redaksi dan seorang pemimpin perusahaan tangan kiri dan tangan kanan pemimpin umum. 

         Pemimpin redaksi :
          Orang yang memiliki otoritas tertinggi.
          Bertanggung jawab menjalankan organisasi keredaksian sehari-hari, dan pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
Bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang berada di bawahnya (redaktur pelaksana, koordinator peliputan, manajer produksi, para redaktur, wartawan, layouter, design grafis, hingga tenaga pracetak.
          Bertanggung jawab pada pemimpin umum.

         Secara garis komando, koordinator peliputan berada setingkat dengan manajer produksi. Keduanya bertanggungjawab pada redaktur pelaksana.

         Koordinator peliputan membawahi redaktur dan wartawan. 

         Redaktur, membawahi wartawan, baik itu wartawan tulis maupun wartawan foto.

         Manajer produksi:
          Penguasa tertinggi pada saat produksi.
          Membawahi pengelola halaman, editor, layouter, dan tenaga pracetak.
          Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dibuat akan laku di pasaran, sekaligus aman.

         Sekretaris redaksi:
          Bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, pengembangan & keuangan redaksi.
          Bertanggung jawab atas pengadaan tenaga di redaksi serta sarana pendukungnya.
          Menyelenggarakan kegiatan monitoring prestasi wartawan serta membuat evaluasi hasil kerja wartawan/koresponden.
          Bertugas menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan baik di dalam maupun di luar redaksi pada pemred dan redpel.
          Bertugas mengatur, menyelenggarakan dan menghadiri rapat-rapat redaksi.
         Menangani administrasi agenda keredaksian dan perencanaan peliputan, serta bertanggung jawab pada pemred dan redpel.
         Bertanggung jawab menjalankan organisasi keredaksian sehari-hari
         Memegang otoritas dan garis komando (line command) keredaksian
         Membawahi semua unit divisi redaksi
         Pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
         Melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya.
         Bertanggung jawab pada pemimpin umum

         Redaktur Pelaksana
          Bertanggung jawab atas kegiatan operasional redaksi sehari-hari
          Membawahi dan mengoordinasikan kegiatan beberapa unit menajerial di bawahnya, seperti koordinator peliputan, manajer produksi &sekretaris redaksi.
          Menjabarkan dan mengawasi pelaksanaab konsep media yang telah digariskan dalam perencanaan peliputan, penulisan hingga penyajiannya.
          Menyusun rencana kerja redaksi per empat bulan, enam bulan, dan atau per tahun.
          Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan tenaga di redaksi.
          Menyelenggarakan rapat evaluasi di antara beberapa unit manajerial yang dibawahinya, setidaknya sekali dalam seminggu, atau sebulan atau dalam batas waktu yang disepakati.
          Pada kondisi tertentu, tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan..
          Melakukan pengawasan dan pembinaan pada unit kerja di bawahnya.
Bertanggung jawab pada pemimpin redaksi.

         Koordinator Peliputan
          Bertanggung jawab terhadap peliputan seluruh desk/bidang/halaman
          Menyusun perencanaan peliputan bersama redaktur, baik peliputan sehari-hari, mingguan, bulanan atau enam bulanan.
          Menjabarkan dan mengawasi pelaksanaankonsep media yang telah ditentukan sejak perencanaan peliputan, penulisan hingga penyajiannya dalam tiap halaman.
          Memberi arah liputan, serta memperkaya visi redaktur dan reporter.
          Dalam kondisi tertentu di mana redaktur berhalangan, wajib menjalankan fungsi redaktur setelah lebih dahulu berkonsultasi dengan redaktur pelaksana, pemred atau yang mewakilinya.
          Menyelenggarakan rapat evaluasi dengan para redaktur paling tidak 2 minggu sekali.
          Pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dlm porsi yg disesuaikan.
          Menjalankan fungsi pengawasan & pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya.
          Bertanggung jawab pada redaktur pelaksana. 

         Manager Produksi
          Bertanggung jawab atas proses produksi, mulai dari perencanaan hingga tahap pracetak, termasuk penugasan reporter setelah berkoordinasi dengan koordinator peliputan dan redaktur.
          Membawahi seluruh unit kerja produksi termasuk penyuntingan, komposing, tata wajah, design grafis, reproduksi, dan angkutan plat ke percetakan.
          Bertanggung jawab atas dead line setiap tahapan produksi.
          Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kebijakan politik redaksional pada kegiatan penyuntingan.
          Menyampaikan evaluasi tulisan/foto/ilustrasi/grafis selepas produksi sebagai masukan bagi kegiatan perencanaan dan evaluasi yang dilakukan koordinator peliputan /para redaktur.
          Mengawasi penyelenggaraan konsep media pada desain layout setiap halaman.
          Melakukan komunikasi yang terus menerus dengan koordinator peliputan dan para redaktur untuk mengikuti perkembangan berita.
          Memimpin rapat budgetting
          Menyelenggarakan rapat evaluasi di antara unit-unit kegiatan produksi paling tidak sekali dalam dua minggu.
          Pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
Menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya.
          Bertanggung jawab pada redaktur pelaksana

         Redaktur Foto
          Melaksanakan tugas koordinasi dengan para fotografer
          Bersama koordinator peliputan dan atau manajer produksi membuat perencanaan foto untuk master tiap halaman.
          Bersama redaktur bidang ikut membuat perencanaan pembuatan foto-foto baik sebagai pendukung liputan maupun foto lepas,
          Wajib mengikuti rapat budgeting dan melaporkan hasil foto yang diperoleh.
          Wajib memenuhi permintaan foto baik dari redaktur bidang, manprod, korlip maupun redpel.
          Menyelenggarakan rapat evaluasi bersama korlip dan redpel mengenai hasil foto yang diperoleh secara berkala.
          Menyelenggarakan rapat koordinasi dengan bagian dokumentasi terkait pengarsipan foto-foto yang diperoleh.
          Bertanggung jawab pada korlip.

         Reporter/Koresponden
          Melakukan kegiatan reportase dan menuliskannya sesuai dengan konsep media yang telah ditentukan, baik atas inisiatif sendiri maupun penugasan dari redaktur bidang atau koordinator peliputan.
          Membuat rencana peliputan, baik harian, mingguan atau bulanan,dan mengajukannya pada redaktur bidang masing-masing.
          Wajib mengikuti proyeksi yang dilakukan redaktur.
          Wajib mempelajari dan menambah wawasan mengenai topik masalah yang akan diliput dengan berkonsulatsi terlebih dahulu denganredaktur bidang masing-masing.
          Wajib mendaftarkan atau melaporkan perkembangan hasil di lapangan pada redaktur. Untuk hal-hal tertentu, pelaporan perkembangan dilakukan jam demi jam, atau bahkan lebih sering.
          Wajib berkonsultasi dengan redaktur masing-masing terkait hasil liputan di lapangan. Hal-hal yang dikonsultasikan meliputi pemilihan angle, lead, bentuk penyajian, kebutuhan grafis, ilustrasi, dan hal teknis lainnya.\
          Wajib melengkapi dan menyempurnakan bahan-bahan tulisan yang diperoleh dari lapangan dengan bahan/dokumentasi kepustakaan.
          Wajib semaksimal mungkin membersihkan tulisannyang dibuatnya dari kesalahan ketik, penalaran dan logika.
          Jika diminta, wajib mendampingi redaktur pada saat editing.
          Jika mengetahui ada peristiwa/informasi pentng baik di bidang yang ia garap maupun di luar bidang yang ia garap, wajib melaporkannya pada redaktur/korlip pada kesempatan pertama.
          Bertanggung jawab pada redaktur bidang masing masing.

         Sekretaris Redaksi
          Bertanggung jawab atas perencanaan, pengadaan, pengembangan dan keuangan redaksi
          Bertanggung jawab atas pengadaan tenaga di redaksi serta sarana pendukungnya
          Menyelenggarakan kegiatan monitoring prestasi wartawan serta membuat evaluasi hasil kerja wartawan/koresponden
          Menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan baik di dalam maupun di luar redaksi pada pemred dan redpel.
          Menyelenggarakan dan menghadiri rapat-rapat redaksi
          Menangani administrasi agenda keredaksian dan perencanaan peliputan.
          Bertanggung jawab pada pemred dan redpel.

         Redaktur Bidang
          Membawahi dan mengkoordinasi wartawan dan koresponden.
          Membuat perencanan sehari-hari, baik mengenai hal baru, follow up, maupun penggalian suatu topik/isu yang telah, belum atau sedang diberitakan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
          Memberi arahan (konsultasi) dan pengawasan kepada para reporter atas rencana liputan, penyelenggaraan lapangan, serta hasil liputan, seperti menentukan dan mempertajam angle (sudut pandang), lead (teras berita), kelengkapan data termasuk dukungan data dokumentasi/kepustakaan, menambah wawasan penyajian, dan menentukan pembuatan ilustrasi, foto dan grafis.
          Melakukan editing dari setiap tulisan, foto, ilustrasi dan grafis.
          Menurunkan berita dan kelengkapannya sesuai jadwal.
          Menurunkan tulisan, foto, caption foto, ilustrasi dan grafis yang aman, menarik dan tajam sekaligus bersih dari kesalahan ketik.
          Menyangkut tulisan/foto yang dibuat sendiri oleh redaktur, demi etika dan filterisasi, wajib dibaca dahulu oleh koordinator peliputan, manpros atau redaktur pelaksana.
          Memberi masukan pada petugas tata wajah/layout dalam memdesain halaman.
          Bertanggung jawab penuh atas berita/ foto/ilustrasi/grafis yang diturunkan sesuai bidangnya masing-masing.
          Menyelenggarakan rapat evaluasi sekali dalam seminggu (atau dalam waktu yang disepakati), terutama menyangkut kualitas pemberitaan dan penerapan konsep media. Khusus desk daerah, diselenggarakan setidaknya satu bulan sekali seminggu (atau dalam waktu yang disepakati), baik secara terlulis maupun lisan.
          Memberikan masukan pada korlip maupun sekred secara periodik mengenai perkembangan prestasi kerja wartawan/koresponden.
Menghadiri rapat budgetting.
          Pada kondisi tertentu tetap menjalankan fungsi kewartawanan dalam porsi yang disesuaikan.
          Menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan pada unit kerja yang dibawahinya.
          Bertanggung jawab pada koordinator peliputan.

Catatan
          Di beberapa perusahaan surat kabar, beberapa bagian seperti dewan redaksi, kabag litbang data dan dokumentasi, dewan redaksi, redaktur artistik, redaktur bahasa, dan redaktur ahli juga kerap ada dalam susunan manajemen redaksional.
          Namun, banyak pula perusahaan surat kabar yang hanya menjalankan fungsi-fungsi dewan redaksi, kabag litbang data dan dokumentasi, redaktur artistik, redaktur bahasa, dan redaktur ahli ini sesuai kebutuhan tanpa membuatnya sebagai lembaga tersendiri.

         Dewan Redaksi
          Posisi dewan redaksi umumnya berada di bawah pemimpin redaksi, namun pemimpin redaksi tidak memiliki alur komando kepada dewan redaksi.
          Dewan Redaksi umumnya terdiri dari pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, koordinator peliputan, manajer produksi, dan beberapa lainnya yang dipilih oleh pemred karena keahliannya.
          Dewan redaksi bertugas memberikan masukan dan arahan terutama yang terkait kebijakan redaksional untuk kemudian dilaksanakan oleh jajaran redaksi. 

         Kabag Data dan Komunikasi
          Sebuah perusahaan suratkabar, umumnya juga memiliki lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) data & dokumentasi yg dipimpin seorang kepala bagian.
          Bertugas mendokumentasikan data, mengolah data, melakukan penelitian terkait data-data yang mereka punyai dan memberi masukan pada jajaran redaksi terkait tren pembaca, situasi pasar, dan sebagainya. Pada hal-hal tertentu, hasil penelitian mereja juga dapat dipublikasikan sebagai karya jurnalistik.

         Redaktur Artistik
          Redaktur artistik bertanggungjawab pada tampilan perwajahan setiap halaman suratkabar. Di beberapa perusahaan fungsi ini terkadang dirangkap oleh manajer produksi, bahkan ada pula yang dirangkap oleh layouter.

         Redaktur Bahasa
          Redaktur bahasa bertanggungjawab pada bahasa yang digunakan pada surat kabar. Ia memastikan bahwa bahasa yang digunakan sudah memenuhi kriteria gaya surat kabar tempatnya bekerja, sekaligus memenuhi kaidah-kaidah tatabahasa yang baik, benar, dan dapat diterima.